Aku Rindu

Aku rindu zaman ketika “halaqoh” adalah kebutuhan,

bukan sekedar sambilan apalagi hiburan

Aku rindu zaman ketika “membina” adalah kewajiban,

bukan pilihan apalagi beban dan paksaan

Aku rindu zaman ketika “dauroh” menjadi kebiasaan,

bukan sekedar pelengkap pengisi program yang dipaksakan

Aku rindu zaman ketika “tsiqoh” menjadi kekuatan,

bukan keraguan apalagi kecurigaan

Aku rindu zaman ketika “tarbiyah” adalah pengorbanan,

bukan tuntutan dan hujatan

Aku rindu zaman ketika “nasihat” menjadi kesenangan,

bukan su'udzon atau menjatuhkan

Aku rindu zaman ketika kita semua memberikan segalanya untuk da'wah ini

Aku rindu zaman ketika “nasyid ghuroba” menjadi lagu kebangsaan

Aku rindu zaman ketika hadir di “liqo” adalah kerinduan, dan terlambat

adalah kelalaian

Aku rindu zaman ketika malam gerimis pergi ke puncak mengisi dauroh

dengan ongkos ngepas dan peta tak jelas

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah benar-benar jalan kaki 2 jam di malam buta sepulang tabligh dawah di desa sebelah

Aku rindu zaman ketika akan pergi liqo selalu membawa uang infak, alat tulis, buku catatan dan Qur'an terjemahan ditambah sedikit hafalan

Aku rindu zaman ketika seorang binaan menangis karena tak bisa hadir di liqo

Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu depan diketok untuk mendapat berita kumpul subuh harinya

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah berangkat liqo dengan ongkos jatah belanja esok hari untuk keluarganya

Aku rindu zaman ketika seorang murobbi sakit dan harus dirawat, para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya

Aku rindu zaman itu,

Aku rindu...



Ya ALLAH,

Jangan Kau buang kenikmatan berda'wah dari hati-hati kami

Jangan Kau jadikan hidup ini hanya berjalan di tempat yang sama





http://harunhdr.multiply.com/journal/item/84

Read more...

Dialog Hati

Dalam aktifitas Dakwah tentu kita tidak asing lagi dengan kata-kata Ukhuwah Islamiyah, dimana konsep Ukhuwah sudah menjadi penyemangat bahkan energi baru dalam aktifitas kita.

Begitu pula bagi ana pribadi konsep ukhuwah menjadi ruh dalam diri ana, namun dalam realitanya banyak hal yang sedikit lari dari konsep ukhuwah yang kita pahami bersama. Dan ana sadari bahwa keidealan memang sulit terwujud, sudah hampir 11 tahun ana belajar Islam secara intensif dan mengikuti aktifitas-aktifitas dakwah Islam, selama itu pula ana belum merasakan ukhuwah yang seperti konsep yang ana pahami.

Ana masih sering menemukan seorang al akh yang tidak bisa membiayai pendidikannya sementara al akh yang lain tidak merasakannya. Atau ada al akh yang harus berhadapan dengan segala macam cobaan hidup namun al akh yang lain tidak memahaminya. Tuntut-menuntut bicara-membicarai dan lain sebagainya sudah menjadi hiasan dalam kehidupan kita. Jauh sekali dari konsep 4T [ta’aruf, tafahum, ta’awun, dan Takaful]

Namun beberapa minggu belakangan ini ana mendapatkan pengalaman spiritual yang luar biasa, semoga bisa menjadi Ibroh bagi kita semua

Pertama : Beberapa waktu yang lalu ana sedang sakit, sehingga ana tidak bisa keluar rumah dan ana hanya tidur di kamar. Sementara ana punya amanah untuk mengisi Dauroh, karena kondisi tersebut ana lupa menelepon panitia untuk mencari ganti dan mengabarkan kondisi ana. Besoknya ana di telpon oleh teman satu pengajian dengan ana, beliau mengabarkan bahwa kemaren beliau yang mengantikan ana.

Dan beliau juga menyampaikan bahwa malam kemaren beliau bermimpi, bahwa beliau menemukan ana di dalam kamar terbaring karena sakit. Beliau menanyakan prihal itu ke ana. Ana jawab Alhamdulillah tidak apa-apa karena memang sudah agak baikan.

Kedua : Ana pergi pengajian seperti biasa, saat acara rehat ana diskusi dengan teman-teman pengajian tentang problem-problem apa yang dihadapi. Ana tanpa sadar berkata bahwa ana memang di Jakarta mengalami kendala yaitu tidak banyaknya teman bertukar pikiran di Jakarta, karena memang sebelumnya ana di Padang, dan ana berharap teman-teman pengajian mampu menjadi teman bertukar pikiran. Memang ana kurang terbuka dengan mereka karena keterpautan umur yang cukup jauh antara ana dan mereka yaitu sekitar 10 tahunan.

Kondisi HP ana mati saat itu, sesampai di rumah ana coba cas hp dan ternyata ada SMS yang masuk. Ana baca ternyata do’a yang berhubungan dengan ta’liful qulub di kirim oleh Al Akh yang sama dengan peristiwa pertama, pada waktu subuh hari sebelum pengajian.

Ketiga : Dalam pengajian yang biasa ana hadiri sudah menjadi kesepakatan bahwa rekan yang datang belakangan yang membaca do’a. sampai saat ini ana belum pernah datang paling belakangan tentu ana ngak pernah baca do’a. Dan tadi saat ana datang paling awal dan menungu rekan yang lain ana berfikir bahwa ana akan datang terlambat minggu depan karena ana juga ingin membaca do’a.

Saat penutupan Pengajian tiba-tiba al akh yang sama menyuruh ana membaca do’a, ana langsung semangat membacanya tentunya.

Ba’da pengajian saat berjalan menuju pulang ke rumah ana berfikir, kejadian ini yang ketiga bahwa ana seperti berkomunikasi dengan beliau. Beliau seperti tau apa yang ana rasakan. Ust sering berganti teman pengajian juga sering berganti, ana seperti tidak mempercayainya.

Untuk itu ana langsung menghubungi Ust yang berkafa’ah Syar’I yang sedang menuntut ilmu jenjang S3 di Malaysia untuk menjelaskan kejadian-kejadian tadi secara syar’i. dan beliau menjawab dengan Ayat ini:

“Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu
membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu
tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan
hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”[QS Al Anfal 63]


Subhanallah, ternyata kesatuan hati yang menjadi dasar ukhuwah bisa nyata hadir dalam kehidupan ana. Dimana ana sempat berfikir itu adalah idealita dan bukan realitas.

Read more...

Bila Kita Punya TEKAD Insya Allah Kita BISA

Tahun 1995, ia terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh. Ia mengalami apa yang disebut locked-in syndrome, kelumpuhan total yang disebutnya "Seperti pikiran di dalam botol". Memang ia masih dapat berpikir jernih tetapi sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya adalah kelopak mata kirinya. Jadi itulah cara dia berkomunikasi dengan para perawat, dokter rumah sakit, keluarga dan temannya.Begini cara Jean menulis buku. Mereka (keluarga, perawat, teman-temannya) menunjukkan huruf demi huruf dan si Jean akan berkedip apabila huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya


Dia adalah pemimpin redaksi majalah Elle, majalah kebanggaan Prancis yang digandrungi wanita seluruh dunia.Betapa mengagumkan tekad dan semangat hidup maupun kemauannya untuk tetap menulis dan membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa. Ia meninggal tiga hari setelah bukunya diterbitkan. Setelah tahu apa yang dialami si Jean dalam menempuh hidup ini, pasti kita akan berpikir, "Berapa pun problem dan stres dan beban hidup kita semua, hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan si Jean!

Selama kita masih memiliki tujuan yang menggairahkan untuk di capai, tidak pantas kita patah semangat di tengah jalan, karena dalam kenyataannya tidak ada suatu keberhasilan yang hakiki yang tercipta tanpa melewati suatu kegagalan/hambatan. Dan bagaimana pun buruknya keadaan kita, selama kita masih memiliki percikan api berupa TEKAD maka tidak ada kata terlambat untuk memulai hidup baru dan bangkit menggapai cita-cita kita.

Read more...

Ternyata Anggota tubuh kita tidak bisa di bohongin….!!!!

Coba teman teman sekarang membayangkan........

Seekor Gajah yang BESAR


lalu berbelalai kuning......


dan memakai stoking



BAGAIMANA?????

sudah terbayang kah????



tenang2 ana tidak sedang ngebanyol...!!!!

nah sekarang coba perhatikan mata anda dengan cermin, saat anda memikirkan hal di atas tadi...!!!
maka yang akan anda temukan adalah bola mata anda akan mengarah ke arah kanan atas..!!
ini karena otak kanan selalu bekerja saat anda berimajinasi...!!!
jadi kalo berbohong mata anda pasti akan mengarah ke kanan atas....


so jangan lagi ngeboong deh gw akan tau, lw boong atau ngak...
qiqiqiqiqiqiqi

Read more...

MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT [sebuah perenungan]

Buat para suami baca ya..... istri & calon istri juga boleh...

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja
bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi
dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.
Mereka menikah sudah lebih dari 32 tahun.

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah
istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa
digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh
tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnya pun
sudah tidak bisa digerakkan lagi.Setiap hari pak suyatno memandikan,
membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat
tidur.


Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya
istrinya tidak merasa kesepian.Walau istrinya tidak dapat bicara tapi
dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak
suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang
untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan
istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya
nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak
Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap
berangkat tidur.Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25
tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke
empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si
bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua
mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah
sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu
mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya
berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata " Pak kami ingin
sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu,
tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak.......
bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu" .

dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya "sudah yg
keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun
akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan
berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak,kami janji
kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.
"Anak2ku.......
Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuknafsu, mungkin bapak
akan menikah.....
Tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih
dari cukup,telah melahirkan kalian....
sejenak kerongkongannya tersekat,...
kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg
tidaksatupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu
apakah dia menginginkan keadaanyaseperti ini.Kalian menginginkan bapak
bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan
keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi
Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg
masih sakit."

Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2
kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata
Suami yg sangat dicintainya itu..

=====================
Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV
swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan
kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat istrinya
yg sudah tidak bisa apa2.

Pada saat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio
yang kebanyakan kaum perempuan dan mereka pun tidak sanggup menahan
haru.Pak Suyatno bercerita, "Jika manusia didunia ini mengagungkan
sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi
waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan.

Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia
sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan
bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2.

Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama.. dan itu
merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk
mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari
penggantinya apalagi dia sakit..."

[NB: Ganti "istri" dengan angota keluarga kita yg mendapat cobaan]


Read more...

Kisah Persepsi

Beberapa hari yang lalu ana chating dengan seorang teman yang udah sekitar 6 tahun ngak ketemu, Alhamdulillah akhirnya bisa berkomunikasi dan bercerita tentang beberapa hal. Beliau mengajukan beberapa pertanyaan yang menurut ana menarik namun bukan untuk di jawab tapi untuk direnungin, ana sendiri ngak jawab pertanyaannya namun menceritakan kisah ini:



hendra_club: ada seorang bapak dan seorang anak gadisnya yang masih berusia 5 tahun

hendra_club: saat hari libur sang bapak mengajak anak gadisnya untuk jalan-jalan

hendra_club: mereka pergi dengan kendaraan umum

hendra_club: rona wajah ceria sang anak terliat jelas

hendra_club: bahwa si anak tadi sangat senang di ajak jalan2

hendra_club: lalu sang bapak mengendong sang anak saat akan menyeberang

hendra_club: dan saat di tengah perjalanan tiba2 ada mobil yang bergerak cepat tanpa kendali

hendra_club: dan itu dia...



hendra_club: tabrakan tak dapat dihindarkan

hendra_club: darah2 berceceran di jalan

hendra_club: kebahagian berubah menjadi duka

hendra_club: sang bapak selalu menyebut2 putri kecilnya

hendra_club: sementara sang putri terdiam dalam bisu

hendra_club: mobil ambulan berdatangan

hendra_club: dan segera mengevakuasi korban

hendra_club: sang bapak di bawa kerumah sakit terdekat

hendra_club: namun sang anak harus di larikan ke RSCM

hendra_club: dokter bedah otak telah di hubungin

hendra_club: dokter yang memang mengkhususkan dirinya dalam sepesialis bedah otak segera bergegas

hendra_club: dia bergerak dengan propesional dan ketenangan yang luar biasa

hendra_club: sebagai pembuktian beliau lulusan universitas kedokteran yang ternama di luar negeri

hendra_club: kamar operasi sudah di siapkan sedemian rupa

hendra_club: sang dokter dengan tenag duduk di ruangannya menanti pasien yang menuju ke RSCM dengan ambulan

hendra_club: sampai di kamar operasi sang anak tersadar

hendra_club: namun yang keluar adalah kata2 keluah

hendra_club: sakittt...sakittt... bapak ...bapak

hendra_club: lalu dokter bergegas ke ruang tersebut

hendra_club: saat dokter melihat pasien yang mengeluh sang dokter pun berkata dengan lirih

hendra_club: ah anak ku...?

hendra_club: pertanyaannya kok dokter bialng gitu ya ?


Jawaban dari teman ana ini beragam dari beliau bilang Karena dokternya adalah orang yang professional maka dokter ini memberikan empati kepada anak ini agar bisa lebih tenang.

Atau jawaban yang “ngasal” : “wah anak ini punya bapak tiri, so yang pergi tadi ama bapak kandungnya”

[tentu ana bilang bukan itu jawabannya]


Lalu ana menjawab:

hendra_club: dokter tadi ibu si anak


Lalu ana memaparkan dan menyesuaikan dengan pertayaan awal yang beliau lontarkan kepada ana,


hendra_club: dalam pikiran kita ada yang namanya pikiran umum

hendra_club: pikiran yang mengatakan "dokter bedah otak ini laki2"

hendra_club: inilah yang di sebut dengan budaya

hendra_club: namun ternyata itu tidak tepat

hendra_club: kenyataanya dokter adalah ibu si anak

hendra_club: inilah yang di sebut kebenaran hakiki

hendra_club: kalo ngak pecaya kita buktiin ama tes DNA aja

[bertaburanlah emoticons di windows YM kami]

;)) ;)) ;))

Read more...

Suasana Nyaman Bikin Kita Produktif

Subhanallah...

Rasanya banyak bener yang udah di kerjakan hari ini. Pas di fikir-fikir ini karena suasana yang nyaman di Laptop. Jadi semangat deh, nah sekarang ana mau ngasih tau nih apa yang buat ana semangat ?

kemaren lagi browsing ana nemuin link untuk tampilan windows versi 7 [karena udah bosen dengan tampilan XP bertahun2] so ana download aja deh.....

Download Theme Windows 7


nah terus setelah di Instal....luar biasa tampilannya nyaman sekale dan ini cocok ama YM 9 yang udah duluan ana Instal, [padahal mah kemaren ngeluh2, bilang YM 9 ngak nyaman] ternyata karena ngak serasi ama thame windows nya [itu dia sebabnya]
;))

So....kalo kita mau produktif bekerja buatlah suasana nyaman di sekitar antum, atau kalo ternyata tingkat kenyamanan sudah mulai menurun dari biasanya, antum harus berinisiatif untuk merubah suasana di sekitar antum.

neh salah satu yang ana kerjain : www.akhikhwan.multiply.com [udeh ana permak tuh, Mampir ya..!!]

nah antum mau percaya atau ngak, yang jelas ana udah ngebuktiin ;))

ok, selamat produktif akhy wa ukhty

[ngak pake lama ngerubah mood]


Read more...